MAKALAH
DEFENISI OPERASIONAL DAN ASPEK PENGUKURAN
D
I
S
U
S
U
N
KELOMPOK 4 (EMPAT)
ABDUL MALIK SIMANJUNTAK
ENNY ANDRIANI Br GINTING
JUNIKSON SITUMORANG
MEGA SEROJAWATI
ROSLINAWATI SIREGAR
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
SUMATERA UTARA
TAHUN AJARAN
2011/2012
KATA
PENGANTAR
Puji
dan syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan
karunia-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Defenisi Operasional dan Aspek
Pengukuran”
yang merupukan salah satu mata kuliah yang wajib di kerjakan untuk menunjang
ilmu di dalam menghadapi ujian di masa yang akan datang.
Dalam makalah ini,
kami banyak mendapat kesulitan, namun berkat arahan, petunjuk serta saran-saran
dari berbagai pihak yang begitu besar manfaatnya sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini.
. Sehubungan dengan itu kami
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1.
Bapak Drs.paul MM, Selaku Ketua Yayasan
Takasima Kabanjahe.
2.
Ibu lelli sitepu. S.kp. Ns selaku ketua
jurusan S.1 keperawatan.
3.
Ibu Mazli Astuti, S.kep,Ns M.kep selalu
dosen pengajar mata kuliah riset Keperawatan.
4.
Para dosen di STIKES SU yang banyak memberikan pelajaran
kepada kami.
5.
Rekan-rekan seperjuangan
Mahasiswa/I S.1 keperawatan yang telah
banyak memberikan dukungan maupun semangat dalam menyelesaikan makalah ini.
Walaupun makalah ini
telah dapat terselesaikan namun kami juga menyadari bahwa masih banyak
terdapat kesalahan dan kekurangan dari makalah ini. Oleh sebab itu peneliti
berharap adanya kritik dan saran dari para pembaca untuk lebih sempurnanya makalah
ini.
Medan,
maret 2012
Penyaji
(Kelompok 4)
DEFENISI OPERASIONAL DAN ASPEK PENGUKURAN
Variabel
Defenisi
Variabel
adalah prilaku atau karateristik yang memberikan nilai beda terhadap sesuatu
(benda, manusia, Dll) (Soepanto, Taat Putra dan Haryanto, 2000:54). Ciri yang
dimiliki oleh kelompok tersebut (rafii, 1985). Dalam riset, variabel di
karateristikkan sebagai derajat, jumlah dan perbedaan. Variabel juga merupakan
konsep dari berbagai level dari abstrak yang di defenisikan sebagai suatu
fasilitas untuk pengukuran dan atau manipulasi suatu penelitian. Konsep yang
dituju dalam suatu penelitian dapat konkret dan secara langsung bisa di ukur,
misalnya denyut jantung, homoglobin dan pernafasan tiap menit. Sesuatu yang
konkret tersebut bisa diartikan sebagai suatu variabel dalam penelitian.
Jenis jenis variabel
Jenis
variabel diklasifikasikan menjadi bermacam-macam tipe untuk menjelaskan
penggunaannya dalam penelitian. Beberapa
variabel di manipulasi, yang lain sebai kontrol. Beberapa variabel
diidentifikasikan tetapi tidak dan yang lainnya. Diukur dengan pengukuran
sebagian. Macam-macam tipe variabel meliputi.
1.
Variabel independen (bebes)
Adalah
variabel yang nilainya menentukan variabel lain. Suatu kegiatan stimulus yang
dimanifulasi oleh peneliti menciptakan suatu dampak pada variabel dependen.
Variabel bebas biasanya dimanifulasi, diamati dan diukur untuk diketahui
hubungannya atau pengaruhnya terhadap variabel lain. Dalam ilmu keperawatan,
variabel bebas biasanya merupakan stimulus atau intervensi keperawatan yang
diberikan kepada kelian untuk mempengaruhi tingkah laku pasien.
2.
Variabel dependen (tergantung)
variabel
yang nilainya ditentukan oleh variabel lain. Variabel respon akan muncul
sebagai akibat dari manifulasi variabel-variabel lain. Dalam ilmu tingkah laku,
variabel tergantung adalah aspek tingkah laku yang diamati dari suatu organisme
yang dikenai stimulus. Dangan kata lain, variabel terikat adalah faktor yang
diamati dan diukur untuk menentukan ada tidaknya hubungan atau pengaruh dari
variabel bebas.
3.
Variabel Intervening (Unique dan moderator)
Adalah
variabel yang bisa berposisi sebai variabel bebes dan tergantung. Variabel
moderator (sering kali di sebut sebagai variabel bebas kedua) adalah variabel
yang bebas diangkat untuk menentukan apakah ia mempengaruhi hubungan antara
variabel bebas dan terikat. Dengan kata lain, variabel moderator adalah vaktor
yang di ukur, dimanifulasi atau dipilih peneliti untuk mengungkapakan apakah
faktor tersebut mengubah hubungan antara variabel bebas dan terikat. Jika peneliti ingin mempelajari pengaruh
variabel bebas X terhadap variabel terikat Y tetapi ragu-ragu apakah antara
hubungan antara X dan Y tersebut berubah karena variabel Z. maka Z dapat
dianalisis sebagai variabel moderator Bebas atau tergantung).
4.
Variabel perancu (confounding)
Adalah
variasi yang nilainya ikut menentukan variabel tergantung baik secara langsung
maupun tidak langsung. Variabel perancu merupakan janis variabel yang
berhubungan (asosiasi) dengan variasi bebas dan berhubungan dengan variabel
tergantung, tetapi bukan merupakan variabel antara. Identifikasi variabel
perancu ini amat penting, karena bila ia tidak dapat membawa kita pada
kesimpulan yang salah, misalnya ditemukan terdapat antar-variabel pada hal
sebenarnya tidak ada atau sebaliknya, tidak ditemukan hubungan antara kebiasaan
minum kopi dan kajian jantung koroner. Dalam hal ini variabel bebasnya adalah
kebiasaan minum kopi tergantung adalah insiden PJK. Kebiasaan merokok dapat
merupakan variabel perancu, oleh karena ia berhubungan dengan kebiasanaan minum
kopi minun kopi (bebas) dan berhubungan pula dengan kejadian penyakit jantung
(variabel tergantung).
5.
Variabel Kendali ( kontrol)
Adalah
variabel yang nilainya dikendalikan dalam penelitian (baik seluruh ataupun
sebahagian saja). Tidak semua variabel dalam suatu penelitian dapat dipelajari
sekaligus dalam waktu yang sama. Beberapa diantara variabel tersebut harus
dinetralkan pengaruhnya untuk menjamin agar variabel tersebut tidak mengganggu
hubungan antara variabel bebas dan terikat. Variabel-variabel yang berpengaruh
harus dinetralkan ataudikontrol tersebut variabel-variabel kontrol.
6.
Variabel rondom
Adalah
variabel yang tampa diduga ternyata berperan didalam mekanisme yang sedang kita
pelajari. Atau dengan kata lain variabel yang dengan sengaja kita abaikan
keberadaannya, meskipun kita ketahui variabel tersebut ikut berperan dalam
mekanisme tersebut.
DEVENISI
OPERASASIONAL VARIABEL
Pengertian :
Variabel mengandung
pengertian ukuran atau ciri yang dimiliki oleh anggota-anggota suatu kelompok
yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok yang lain. Pengertian lain
bahwa variabel adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat atau ukuran
yang dimiliki atau didapatkan oleh satuan penelitian tentang sesuatu konsep tertentu.
Pengukuran variabel adalah proses menentukan jumlah atau intensitas informasi
mengenai orang, peristiwa, gagasan, manatau obyek tertentu serta hubungannya dengan
masalah atau peluang bisnis.
Dengan kata lain, menggunakan proses
pengukuran yaitu dengan menetapkan angka atau tabel terhadap karakteristi kata uatribut
dari suatu obyek, atau setiap jenis fenomena atau peristiwa yang menggunakan aturan-aturanter
tentu yang menunjukkan jumlah dan atau kualitas dari faktor-faktor yang
diteliti.
Agar pariabel dapat diukur dengan menggunakan
intrumenat aualatukur maka pariabel harus di beri batasan atau defenisi yang operarasional
ini penting Atau “defenisi Operasional Variabel”. Defenisioperasional ini penting
dan diperlukan agar pengukuran variable atau pengumpulan data (variable) itu konsisten
antara sumber data (responden) yang satu dengan yang lain. Di smaping pariabel harus
didefenisikan operasionalkan juga perlu dijelaskan cara atau metode pengukuran,
hasil ukuran kategorinya, serta skala pengukuran yang digunakan untuk memudahkan,
biasanya defenisi operasional itu disajikan dalam bentuk “matrik” yang terdiri darikolom-kolom:
a. Defenisi Oferasional:
Adapun uraian tentang batasan variable yang dimaksud, tentang apa
yang diukur oleh variable yang bersangkutan. Misalnya:
-
Defenisi operasional tentang
variable “status Gizi” anak balita, adalah hasil penimbangan atau pengukuran berat
badan dan tinggi badan anak balita berdasarkan umur.
-
Defenisi operasional variable
“pendidikan” adalah lamanya sekolah atau tingkat sekolah atau tingkat sekolah
yang telah di ikuti oleh responden.
-
Defenisi Operasional variable
“kinerja” perawat ruangan adalah kegiatan yang dilakukan oleh perawat dalam pasien
di ruangan, atau kegiatan asuhan perawat olah perawat ruangan.
b. Cara pengukuran
Adalah dengan metode atau caraapa yang digunakan penelitian untuk mengukur
atau memperoleh imformasi (data) untuk pariabel yang bersangkutan. Misalnya,
mengacu kepada contoh defenisi operasional diatas:
-
Untuk variable status gizi cara
pengukurannya dengan menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan.
-
Untuk variable pendidikan kinerja,
cara pengukurannya dengan wawancara.
-
Untuk variable kinerka, cara pengukurannya
dengan melihat, mengecek, atau observasi hasil atau catatan atau dokumen proses
asuhan keperawatan.
c. Hasil ukuran atau kategori:
Adalah hasil mengelompokkan hasil pengukuran variable yang bersangkutan.
Misalnya, mengacu kepada contoh defenisi operasional diatas:
-
Untuk variable status gizi hasil
ukurnya: gizi buruk, gizi kurang, dan gizi baik (normal).
-
Untuk variable vendidikan,
hasil pengukuran : SD, SMP, SMA, dst, atau: rendah (tidak sekolah dan SD),
menengah SMP dan SMA), dan tinggi (diatas SMA).
SKALA PENGUKURAN
Pada dasarnya terdapat 4 jenis skala
pengukuran, yaitu :
1.SKALA NOMINAL
·
Adalah skala yang Memungkinkan peneliti
mengelompokkan subyek kedalam katagori atau kelompok.
-
Misal gender responden dapat dikelompokkan
dalam 2 katagori : Pria dan wanita. Skala gender dapat dinyatakan anda lamangka
: Pria = 1 danWanita = 2.
·
Skala Nominal bersifat mutu alyexlusive dan
masing-masing anggota himpunan tersebut tidak ada perbedaan nilai.
2.SKALA ORDINAL
·
Skala Ordinal tidak hanya menyatakan
katagori tapi juga menyatakan peringkat katagori tersebut.
·
Skala Ordinal menjawab atas suatu
pertanyaan,
·
Respon dan diminta untuk memberikan urutan
alternatif jawaban yang paling sesuai.
- Misal rangking jawaban yang dibuat berdasarkan preferensi Responden :
- Misal rangking jawaban yang dibuat berdasarkan preferensi Responden :
1. Senang sekali,
2. Senang,
3. Kurang senang,
4. Kurang senang sekali. (
beda antara dua titik tidak dapat diukur).
3.SKALA INTERVAL
• Skala Interval memungkinkan mengukur
beda antara dua titik dalam skala, menghitung means dan standar deviasi data.
• Contoh :
Jarak waktu jam.08.00 – 10.00 adalah
sama dengan jarak waktu 16.00 – 18.00.
Tetapi kita tidak dapat menyatakan bahwa
jam.16.00 dua kali lebih lambat dibandingkan jam.08.00.
4.SKALA RASIO
• Skala Rasio merupakan kedudukan
data yang tertinggi, dimana memili kinilainol yang orisinal.
• Misal : Jika aset perusahaan A sebanyak Rp. 10 Milyar dan aset perusahaan B sebanyak Rp. 5 Milyar, maka rasio A & B adalah 2 : 1.
• Misal : Jika aset perusahaan A sebanyak Rp. 10 Milyar dan aset perusahaan B sebanyak Rp. 5 Milyar, maka rasio A & B adalah 2 : 1.