Rabu, 14 Maret 2012

defenisi operasional kesehatan


MAKALAH

DEFENISI OPERASIONAL DAN ASPEK PENGUKURAN

D
I
S
U
S
U
N



KELOMPOK 4 (EMPAT)
ABDUL MALIK SIMANJUNTAK
ENNY ANDRIANI Br GINTING
JUNIKSON SITUMORANG
MEGA SEROJAWATI
ROSLINAWATI SIREGAR



SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
SUMATERA UTARA
TAHUN AJARAN
2011/2012
KATA PENGANTAR
            Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Defenisi Operasional dan Aspek Pengukuran yang merupukan salah satu mata kuliah yang wajib di kerjakan untuk menunjang ilmu di dalam menghadapi ujian di masa yang akan datang.
Dalam makalah ini, kami banyak mendapat kesulitan, namun berkat arahan, petunjuk serta saran-saran dari berbagai pihak yang begitu besar manfaatnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
.           Sehubungan dengan itu kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1.      Bapak Drs.paul MM, Selaku Ketua Yayasan Takasima Kabanjahe.
2.      Ibu lelli sitepu. S.kp. Ns selaku ketua jurusan S.1 keperawatan.
3.      Ibu Mazli Astuti, S.kep,Ns M.kep selalu dosen pengajar mata kuliah riset Keperawatan.
4.      Para dosen di  STIKES SU yang banyak memberikan pelajaran kepada kami.
5.      Rekan-rekan seperjuangan Mahasiswa/I  S.1 keperawatan yang telah banyak memberikan dukungan maupun semangat dalam menyelesaikan  makalah ini.
            Walaupun makalah ini  telah dapat terselesaikan namun kami juga menyadari bahwa masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan dari makalah ini. Oleh sebab itu peneliti berharap adanya kritik dan saran dari para pembaca untuk lebih sempurnanya makalah ini.

                                                            Medan,            maret 2012
Penyaji

                     (Kelompok 4)








DEFENISI OPERASIONAL DAN ASPEK PENGUKURAN
Variabel
Defenisi
Variabel adalah prilaku atau karateristik yang memberikan nilai beda terhadap sesuatu (benda, manusia, Dll) (Soepanto, Taat Putra dan Haryanto, 2000:54). Ciri yang dimiliki oleh kelompok tersebut (rafii, 1985). Dalam riset, variabel di karateristikkan sebagai derajat, jumlah dan perbedaan. Variabel juga merupakan konsep dari berbagai level dari abstrak yang di defenisikan sebagai suatu fasilitas untuk pengukuran dan atau manipulasi suatu penelitian. Konsep yang dituju dalam suatu penelitian dapat konkret dan secara langsung bisa di ukur, misalnya denyut jantung, homoglobin dan pernafasan tiap menit. Sesuatu yang konkret tersebut bisa diartikan sebagai suatu variabel dalam penelitian.
Jenis jenis variabel
Jenis variabel diklasifikasikan menjadi bermacam-macam tipe untuk menjelaskan penggunaannya dalam penelitian.  Beberapa variabel di manipulasi, yang lain sebai kontrol. Beberapa variabel diidentifikasikan tetapi tidak dan yang lainnya. Diukur dengan pengukuran sebagian. Macam-macam tipe variabel meliputi.
1.      Variabel independen (bebes)
Adalah variabel yang nilainya menentukan variabel lain. Suatu kegiatan stimulus yang dimanifulasi oleh peneliti menciptakan suatu dampak pada variabel dependen. Variabel bebas biasanya dimanifulasi, diamati dan diukur untuk diketahui hubungannya atau pengaruhnya terhadap variabel lain. Dalam ilmu keperawatan, variabel bebas biasanya merupakan stimulus atau intervensi keperawatan yang diberikan kepada kelian untuk mempengaruhi tingkah laku pasien.
2.      Variabel dependen (tergantung)
variabel yang nilainya ditentukan oleh variabel lain. Variabel respon akan muncul sebagai akibat dari manifulasi variabel-variabel lain. Dalam ilmu tingkah laku, variabel tergantung adalah aspek tingkah laku yang diamati dari suatu organisme yang dikenai stimulus. Dangan kata lain, variabel terikat adalah faktor yang diamati dan diukur untuk menentukan ada tidaknya hubungan atau pengaruh dari variabel bebas.
3.      Variabel Intervening (Unique dan moderator)
Adalah variabel yang bisa berposisi sebai variabel bebes dan tergantung. Variabel moderator (sering kali di sebut sebagai variabel bebas kedua) adalah variabel yang bebas diangkat untuk menentukan apakah ia mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dan terikat. Dengan kata lain, variabel moderator adalah vaktor yang di ukur, dimanifulasi atau dipilih peneliti untuk mengungkapakan apakah faktor tersebut mengubah hubungan antara variabel bebas dan terikat.  Jika peneliti ingin mempelajari pengaruh variabel bebas X terhadap variabel terikat Y tetapi ragu-ragu apakah antara hubungan antara X dan Y tersebut berubah karena variabel Z. maka Z dapat dianalisis sebagai variabel moderator Bebas atau tergantung).
4.      Variabel perancu (confounding)
Adalah variasi yang nilainya ikut menentukan variabel tergantung baik secara langsung maupun tidak langsung. Variabel perancu merupakan janis variabel yang berhubungan (asosiasi) dengan variasi bebas dan berhubungan dengan variabel tergantung, tetapi bukan merupakan variabel antara. Identifikasi variabel perancu ini amat penting, karena bila ia tidak dapat membawa kita pada kesimpulan yang salah, misalnya ditemukan terdapat antar-variabel pada hal sebenarnya tidak ada atau sebaliknya, tidak ditemukan hubungan antara kebiasaan minum kopi dan kajian jantung koroner. Dalam hal ini variabel bebasnya adalah kebiasaan minum kopi tergantung adalah insiden PJK. Kebiasaan merokok dapat merupakan variabel perancu, oleh karena ia berhubungan dengan kebiasanaan minum kopi minun kopi (bebas) dan berhubungan pula dengan kejadian penyakit jantung (variabel tergantung).
5.      Variabel Kendali ( kontrol)
Adalah variabel yang nilainya dikendalikan dalam penelitian (baik seluruh ataupun sebahagian saja). Tidak semua variabel dalam suatu penelitian dapat dipelajari sekaligus dalam waktu yang sama. Beberapa diantara variabel tersebut harus dinetralkan pengaruhnya untuk menjamin agar variabel tersebut tidak mengganggu hubungan antara variabel bebas dan terikat. Variabel-variabel yang berpengaruh harus dinetralkan ataudikontrol tersebut variabel-variabel kontrol.
6.      Variabel rondom
Adalah variabel yang tampa diduga ternyata berperan didalam mekanisme yang sedang kita pelajari. Atau dengan kata lain variabel yang dengan sengaja kita abaikan keberadaannya, meskipun kita ketahui variabel tersebut ikut berperan dalam mekanisme tersebut.
DEVENISI OPERASASIONAL VARIABEL
Pengertian  :
Variabel mengandung pengertian ukuran atau ciri yang dimiliki oleh anggota-anggota suatu kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok yang lain. Pengertian lain bahwa variabel adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh satuan penelitian tentang sesuatu konsep tertentu. Pengukuran variabel adalah proses menentukan jumlah atau intensitas informasi mengenai orang, peristiwa, gagasan, manatau obyek tertentu serta hubungannya dengan masalah atau peluang bisnis.
Dengan kata lain, menggunakan proses pengukuran yaitu dengan menetapkan angka atau tabel terhadap karakteristi kata uatribut dari suatu obyek, atau setiap jenis fenomena atau peristiwa yang menggunakan aturan-aturanter tentu yang menunjukkan jumlah dan atau kualitas dari faktor-faktor yang diteliti.
            Agar pariabel dapat diukur dengan menggunakan intrumenat aualatukur maka pariabel harus di beri batasan atau defenisi yang operarasional ini penting Atau “defenisi Operasional Variabel”. Defenisioperasional ini penting dan diperlukan agar pengukuran variable atau pengumpulan data (variable) itu konsisten antara sumber data (responden) yang satu dengan yang lain. Di smaping pariabel harus didefenisikan operasionalkan juga perlu dijelaskan cara atau metode pengukuran, hasil ukuran kategorinya, serta skala pengukuran yang digunakan untuk memudahkan, biasanya defenisi operasional itu disajikan dalam bentuk “matrik” yang terdiri darikolom-kolom:
a.       Defenisi Oferasional:
Adapun uraian tentang batasan variable yang dimaksud, tentang apa yang diukur oleh variable yang bersangkutan. Misalnya:
-          Defenisi operasional tentang variable “status Gizi” anak balita, adalah hasil penimbangan atau pengukuran berat badan dan tinggi badan anak balita berdasarkan umur.
-          Defenisi operasional variable “pendidikan” adalah lamanya sekolah atau tingkat sekolah atau tingkat sekolah yang telah di ikuti oleh responden.
-          Defenisi Operasional variable “kinerja” perawat ruangan adalah kegiatan yang dilakukan oleh perawat dalam pasien di ruangan, atau kegiatan asuhan perawat olah perawat ruangan.
b.      Cara pengukuran
Adalah dengan metode atau caraapa yang digunakan penelitian untuk mengukur atau memperoleh imformasi (data) untuk pariabel yang bersangkutan. Misalnya, mengacu kepada contoh defenisi operasional diatas:
-          Untuk variable status gizi cara pengukurannya dengan menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan.
-          Untuk variable pendidikan kinerja, cara pengukurannya dengan wawancara.
-          Untuk variable kinerka, cara pengukurannya dengan melihat, mengecek, atau observasi hasil atau catatan atau dokumen proses asuhan keperawatan.
c.       Hasil ukuran atau kategori:
Adalah hasil mengelompokkan hasil pengukuran variable yang bersangkutan. Misalnya, mengacu kepada contoh defenisi operasional diatas:
-          Untuk variable status gizi hasil ukurnya: gizi buruk, gizi kurang, dan gizi baik (normal).
-          Untuk variable vendidikan, hasil pengukuran : SD, SMP, SMA, dst, atau: rendah (tidak sekolah dan SD), menengah SMP dan SMA), dan tinggi (diatas SMA).

SKALA PENGUKURAN
Pada dasarnya terdapat 4 jenis skala pengukuran, yaitu :
1.SKALA NOMINAL
·         Adalah skala yang Memungkinkan peneliti mengelompokkan subyek kedalam katagori atau kelompok.
-          Misal gender responden dapat dikelompokkan dalam 2 katagori : Pria dan wanita. Skala gender dapat dinyatakan anda lamangka :  Pria = 1 danWanita = 2.
·         Skala Nominal bersifat mutu alyexlusive dan masing-masing anggota himpunan tersebut tidak ada perbedaan nilai. 
2.SKALA ORDINAL
·         Skala Ordinal tidak hanya menyatakan katagori tapi juga menyatakan peringkat katagori tersebut.
·          Skala Ordinal menjawab atas suatu pertanyaan,
·         Respon dan diminta untuk memberikan urutan alternatif jawaban yang paling sesuai.
- Misal rangking jawaban yang dibuat berdasarkan preferensi Responden : 
1. Senang sekali,
2. Senang,
3. Kurang senang,
4. Kurang senang sekali.  ( beda antara dua titik tidak dapat diukur).
3.SKALA INTERVAL
• Skala Interval memungkinkan mengukur beda antara dua titik dalam skala, menghitung means dan standar deviasi data.
• Contoh :
Jarak waktu jam.08.00 – 10.00 adalah sama dengan jarak waktu 16.00 – 18.00.
Tetapi kita tidak dapat menyatakan bahwa jam.16.00 dua kali  lebih lambat dibandingkan jam.08.00.
4.SKALA RASIO
• Skala Rasio merupakan kedudukan data yang tertinggi, dimana memili kinilainol yang orisinal.
• Misal : Jika aset perusahaan A sebanyak Rp. 10 Milyar dan aset perusahaan B sebanyak Rp. 5 Milyar, maka rasio A & B adalah 2 : 1.